Wednesday, July 23, 2008

4 SONS (just a merely joke)

These 4 gents go out to play golf one sunny morning. One is detained in the clubhouse, and the other three are discussing their children while walking to the first tee.

"My son Kent," says one, "has made quite a name for himself in the home-building industry. He began as a carpenter, but now owns his own design and construction firm. He's so successful in fact, in the last year he was able to give a good friend a brand new home as a gift."

The second man, no to be out done, tells how his son began his career as a car salesman, but now owns a multi-line dealership. "Norm's so successful, in fact, in the last six months he gave his friend two brand new cars as a gift."

The third man's son, Greg, has worked his way up through a stock brokerage, and in the last few weeks has given a good friend a large stock portfolio as a gift. As the fourth man arrives at the tee, another tells him that they have been discussing their progeny and asks what line his son is in.

"To tell the truth, I'm not very pleased with how my son turned out," he replies. "For 15 years, Chico's been a hairdresser, and I've just recently discovered he's gay. However, on the bright side, he must be good at what he does because his last three boyfriends have given him a brand new house, two cars, and a big pile of stock certificates."

This is just a merely joke...I believe that in our life, we need to fill it with humors or jokes..Insya-Allah through it, our life can be more happy and relaxs..Moreover, for me, humors and jokes also can be consider as one of the stress management...Don't you think so?...Why don't you give your comment?...TQ...

Tuesday, July 22, 2008

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"Ternyata yang dibeli oleh petani hari adalah perangkap tikus.Sang tikus naik panic bukan kepalang.Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik, " Ada perangkap tikus dirumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, " Ada perangkat tikus !"Sang Ayam berkata, " Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi ia tak adakena-mengena dengan aku.”Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi.Sang Kambing pun jawab selamba, “Aku pun turut bersimpati.. .tapi tidak adayang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku. "Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapiperangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Tak kanlah sebesaraku ni boleh masuk perangkap tikus. "Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata" Eleh engkau ni...Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakanaku.”
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkaptikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena. Ketika melihat perangkaptikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Buntut ular yangterperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah.Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidaksempat diselamatkan.Si suami pun membawa isterinya kerumah sakit.

Beberapa hari kemudianisterinya sudah boleh pulang namun tetap sahaja demam. Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percayasup cakar ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suamipun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat cakar buat sup.Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang temanmenyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untukmengambil hatinya.Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnyameninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suamipada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamuapa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberimakan orang-orang yang berziarah.Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa harikemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI….KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... FIKIRKANLAH SEKALI LAGI.